Kholifahalyani's Blog











{Maret 8, 2010}   singkatan tentang DEBU

latarbelakang DEBU

Sebelum pindah ke Indonesia, sebagian besar dari kami tinggal di sebuah kota kecil di daerah New Mexico, sebuah propinsi yang terletak di antara Texas dan Arizona, Amerika Serikat. Sudah lama kami tinggal bersama dan membentuk sebuah komunitas yang sesuai dengan prinsip dan ajaran Islam. Di bawah bimbingan Syekh Fattaah, kami mempelajari tasawuf dan hidup sesuai ajarannya, yakni menjadi golongan sufi.

Zikir adalah nafas hidup yang kami lakukan dalam keseharian. Bagi sufi, menyanyi adalah semata-mata zikir dan ibadah. Inilah latar belakang musik kami. Saat itu, kami bernyanyi sebatas kenikmatan untuk komunitas sendiri sekaligus menjadi bagian dari perkembangan spiritual. Sesekali kami menyanyi untuk teman-teman atau pun tamu yang datang. So, kita tidak tampil secara publik dan tidak atas undangan karena secara sosial, komunitas Islam di sana memang sangat jarang kalau tidak bisa dibilang tak ada.

Tahun 1997, sebagian dari kami pindah ke sebuah negara di luar Amerika Serikat namun terletak di dekatnya, yakni Republik Dominika. Sama seperti Amerika, kehidupan masyarakat di sana juga sangat liberal dan sekuler. Sungguh, bukan lingkungan yang ramah bagi kami yang sangat rindu suasana Islami. Kami selalu berpikir dan bertanya-tanya dalam hati, di manakah tempat di dunia ini yang bisa memberi kami kehidupan yang nyaman dan tenteram dengan suasana Islami?

Allah memang Maha Tahu. Dia lah yang punya kehendak dan rencana. Suatu malam, Syekh Fattaah mendapat ilham. Di antara sadar dan tidak, beliau mendengar hatif (bisikan halus) yang menyebutkan nama?Indonesia?. Beliau tersentak dan segera mengutarakan pada istrinya bahwa komunitas ini harus pergi ke Indonesia untuk bisa hidup sesuai impian.

Tetapi, di mana Indonesia? Pertanyaan ini menjadi masalah karena kami sama sekali tak tahu perihal Indonesia dan tak terpikir sebelumnya. Tetapi, Allah swt telah membuka pintu-pintuNya sehingga tanpa kesulitan berarti, kami bisa menemukan home page seorang Indonesia di internet. Kami pun menjalin silaturahmi dan menyampaikan keinginan untuk datang ke Indonesia.

Tiba di Jakarta

Maret 1999, sebagian dari kita tiba di Jakarta dan diterima oleh Syekh Uqbah, kenalan kita di internet. Selama tiga bulan di Jakarta, kita tinggal di daerah Pasar Minggu. Kemudian kita diundang oleh Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ujung Pandang untuk mengajar mahasiswa barunya dalam hal keagamaan.

Kami berangkat ke Ujung Pandang dan ditempatkan di Bukit Barugah. Tak lama, kita dipindahkan lagi ke daerah pedesaan, Padang Lampe, di mana berdiri sebuah Pesantren milik UMI di situ. Pesantren Darul Mukhlisin itu hanya bangunannya saja karena belum ada denyut kehidupan. Kita lah yang memulainya. Kita mengajar para mahasiswa itu sambil melaksanakan kehidupan sehari-hari. Kita ajarkan Al Qur?an dan hadits serta bahasa Inggris. Setelah setiap shalat lima waktu, Syekh Fattaah membimbing kami zikir bersama para mahasiswa.

Mengamati pola perilaku mereka, Syekh Fattaah menyadari bahwa pada umumnya anak-anak muda itu tidak paham mendalam tentang Islam. Banyak yang tak bisa membaca Al Qur?an dan tak tahu tata cara shalat. Karena itu, Syekh Fattaah makin menekankan zikir. Ia mencoba menyentuh minat para pemuda terhadap keindahan Islam dengan melantunkan puji-pujian terhadap Allah melalui zikir dan nyanyian. Syair-syairnya yang sarat pelajaran tentang adab dan akhlak serta uraian tentang Islam yang sejati sesuai pesan Nabi Suci Muhammad saw, pelan namun pasti tampak mulai tertanam dalam benak para mahasiswa. Mereka menjadi begitu manis dan sangat suka zikir. Setiapkali kita melakukan zikir massal seraya bergoyang kiri kanan, saat itu, gerak badan kami bagai gelombang laut yang tenang dan menghanyutkan. Indah sekali.

Profil DEBU



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: