Kholifahalyani's Blog











{April 16, 2010}   PREsiden qu hAbiebie

Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie dikenal sebagai ilmuan indonesia dan dunia. Beliau lahir di pare-pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 juni 1936. Selain pernah menjabat sebagai presiden RI yang ke-3, beliau pernah menjabat sebagai pemimpin lembaga dan industri strategis di Indonesia antara lain : Ketua BPPT, Ketua Dewan Riset Nasional, Dirut PT IPTN, Dirut PT PAL, Dirut PT Pindad, Ketua Otorita Pembangunan Pulau Batam, Ketua Pembina Industri-Industri Strategis dan Industri Industri Hankam, Ketua Institut Aeronautika dan Astronotika Indonesia, Guru Besar ITB.

Dalam forum Dunia, Prof. Habibie antara lain anggota The Nasional Academy of Engineering (AS) dan The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences yang berhak memberikan pertimbangan bagi calon pemenang hadiah nobel.

Reputasi keilmuan Habibie dibuktikannya melalui 48 karya tulis tentang aerodinamika, termodinamika, dan konstruksi pesawat terbang. Setelah batal menulis disertasi tentang kapal selam yang mampu bertahan berbulan-bulan di bawah air laut (karena di ambil alih oleh pembimbingnya untuk kepentingan NATO) Habibie pun akhirnya menulis disertasi tentang konstruksi pesawat terbang berkecepatan 7 kali kecepatan suara dengan YUDISIUM SUMMA CUM LAUDE dari Fakultas Tekhnik Mesin, TECHNISCHE HOCHSCHULE AACHEN, Jerman (1965).

Setelah merampungkan gelar Doktor, Habibi bekerja pada MBB (MESSERCHMITT BOELKOW BLOHM) di Hamburg, Jerman Barat.
Di MBB Ia pernah menjabat Wakil Presiden, suatu jabatan tertinggi pada industri Jerman yang pernah dicapai oleh Orang non-Jerman. Ketika mengepalai Divisi Konstruksi Ringan di MBB, ratusan Insinyur dan Doktor warga negara Jerman pernah menjadi anak buahnya. Saat itu Ia sukses membuat solusi terhadap problem sains yang tidak terpecahkan selama bertahun-tahun oleh para ahli Jerman.

Prestasi keilmuannya yang cemerlang adalah dengan adanya teori Habibie, faktor Habibie, dan metode Habibie yang menjadi standar dunia dalam konstruksi pesawat terbang. Dari hasil penemuannya menghitung secara rinci rambatan keretakan (CRACK PROPAGATION) pada pesawat hipersonik, Habibie dijuluki “Mr. Crack” oleh para wartawan asing. Habibie mendapat julukan “Pembawa Abad Teknologi ke Indonesia” dan “Everett dari Timur”. (Everett adalah lokasi pabrik boeing di Seatlle, AS).

Setelah Anda menyimak cuplikan profil B.J Habibi di atas, motifasi apa yang anda peroleh ? Tentunya kita harus bangga dengan prestasi cemerlang beliau ,sadar akan hal itu, coba Anda bayangkan saja jika, seandainya di negara kita ini terdapat sedikitnya 100 orang degan kemampuan dan kecerdasan seperti beliau dan segala tugas mereka terjamin oleh infrastuktur dari pemerintah Indonesia, maka tak dapat di pungkiri suatu saat Indonesa mampu bersaing dengan negara-negara maju di dunia. Dan demikian tak lepas dari FISIKA. Mengapa ?

JIKA MAKIN BANYAK ORANG INDONESIA YANG MAU MENJADI FISIKAWAN, DAN MAKIN BANYAK FISIKAWAN YANG TERJUN KE BIDANG INDUSTRI, AKAN MEMBUAT INDUSTRI INDONESIA BERKEMBANG PESAT SEPERTI DI NEGARA MAJU LAINNYA. Tec.In.Com

Tidak banyak orang yang menyadari bahwa segala kemajuan dan kenyamanan yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi yang telah mereka nikmati berawal dari riset-riset FISIKA, mulai dari teknologi yang sangat sederhana seperti kompas sampai pada teknologi tinggi seperti komputer, phonsel, pesawat, satelit dan lain sebagainya. Bukan hanya itu, ilmu fisika pun di manfaatkan dalam bidang kemiliteran seperti penciptaan amunisi, senjata api, rudal, bom nuklir yang sampai sekarang masih menjadi kontroversi bagi sebagian negara di dunia, dan masih banyak lagi.

ILMU ITU BERMATA DUA, DAPAT DIGUNAKAN UNTUK KEBAIKAN DAN KEJAHATAN, KUNCINYA ADALAH SATU “MORAL”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: